Oleh: HASLIM *)

Bahasa Arab adalah bahasa agama, pikiran, perasaan, ucapan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan manusia dengan mempergunakan kaidah-kaidah sintaksis yang fleksibel dan sistematis. Bahasa Arab sudah digunakan orang sejak ribuan tahun yang lalu, sampai sekarang. Dan berdasarkan pengertian nya bahasa Arab adalah pengungkapan kepribadian manusia secara total baik yang bersifat material maupun yang non material, yang bersifat material adalah komunikasi antar komunitas manusia baik secara lisan maupun tulisan. Sedangkan yang bersifat non i material adalah komunikasi dengan Tuhan yang bersifat trasedental. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab melalui malaikat Jibril. Disini dapat kita pahami bahwa urgensi bahasa Arab bersifat mutlak, karena Tuhan sendiri telah memulyakan dengan perantaraan wahyu-Nya.

Padahal waktu itu banyak juga bahasa lain yang berkembang seperti bahasa Ibrani dan bahasa Yahudi, tetapi kenapa Tuhan memilih bahasa Arab sebagai bahasa pengantar orang Islam pada waktu itu. Konon lagi dalam sebuah hadist disebutkan “Belajarlah bahasa Arab dan Ajarkan kepada manusia”. Pada zahirnya makna hadist ini adalah merupakan amar mutlak atau perintah wajib, yang mengandung arti bahwa orang yang sudah akhil baliq baik yang laki-laki maupun perempuan wajib mempelajari bahasa Arab dan setelah dia menguasainya wajib pula mengajarkan kepada orang lain, kalau tidak dia akan mendapatkan dosa. Tapi kenapa bahasa Arab sekarang di abaikan dan dimarginalkan dalam penerapannya sehari-hari. Seharusnya kita menyadari bahwa bahasa Arab juga bahasa pemersatu umat Islam diseluruh dunia, karena melalui bahasalah kita dapat merasakan nestapa bangsa Timur Tengah yang sekarang sedang tertindas secara fisik dan mental.

Read more

BAIT-BAIT RINDU

April 19, 2010 |  Tagged | 1 Comment

jika pena tidak setajam dulu lagi
izinkan daku sampaikan salam dari orang-orang yang terbuang
walau tinta sudah pudar
izinkan daku ucapkan bait-bait rindu dari kampung padam teluk dalam

dari seberang lautan kusampaikan salam kemerdekaan persis seperti camar yang terbang lepas diatas lautan
kutulis dengan tinta yang pudar diatas kertas kusam…

by : Khamarul Nisfa

WH Ku Sayang WH ku Malang

April 19, 2010 |  Tagged , | 1 Comment

Mungkin pembaca merasa geram, kesal, muak, marah dan benci yang bercampur aduk menjadi satu setelah membaca sebuah harian surat kabar yang menuliskan tentang perilaku brutal anggota Polisi syari’ah (wilayatul Hisbah ) atau yang lebih dikenal dengan singkatan WH. Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan oleh berita yang menggegerkan dan mencengangkan yaitu tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga oknum anggota WH kota Langsa terhadap seorang mahasiswi yang tertangkap sedang melakukan mesum dengan seorang lelaki yang bukan muhrim. Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya ketiga anggota WH tersebut digelandang dan dimasukkan kedalam hotel Prodeo, sebuah hotel yang sangat gratis yang terdapat di seluruh Polres yang ada di Aceh. Saya tidak akan membeberkan dan menjelaskan lagi bagaimana kronologis kejadian memalukan itu terjadi, karena saya yakin pembaca ababil yang budiman telah banyak membaca dan menyimak kabar tersebut. Beberapa waktu kemudian pasca kejadian tersebut muncul lah berbagai macam tanggapan, kecaman pedas, kritikan dan demontrasi terhadap perilaku ketiga oknum anggota WH tersebut, bahkan ada sekelompok orang yang mengeluarkan wacana pembubaran Wilayatul Hisbah di seluruh Nanggroe Aceh Darussalam ini. Hebat….!

Read more

Oleh : Lilla Banguna

Spanyol mulai dikuasai oleh umat Islam pada masa pemerintahan khalifah Al Walid bin Abdul Malik (705-715 M), beliau adalah salah seorang khalifah yang berasal dari dinasti Umayah yang berkedudukan dikota Damaskus ( Syiria ). Sebelum menguasai Spanyol ( Andalusia ), angkatan perang Islam telah lebih dulu menguasai Afrika Utara yang akan dipergunakan sebagai batu loncatan untuk dapat menguasai Spanyol. Afrika Utara berhasil dikuasai pada masa pemerintahan khalifah Abdul Malik (685-705),yang merupakan ayah dari khalifah Al-Walid. Penguasaan Afrika Utara dipimpin oleh dua orang panglima Islam yang gagah berani yaitu panglima Hasan Ibn Nu’man dan Musa Ibn Nusair. Selanjut nya Hasan Ibn Nu’man diangkat menjadi gubernur Afrika Utara yang kemudian digantikan oleh Musa Ibn Nusair. Read more


GORESAN ASA DARI SINGKIL UTARA

PELANGI MEMBENTANG DI LANGIT CAKRAWALA HARAPAN

DALAM BENING EMBUN YANG MEMBASAHI SINGKIL UTARA

BERTABURAN MUTIARA DAN PERMATA YANG TERPENDAM DAMAI

DI TEPI SUNGAI KILANGAN  DAN DI TEPI SUNGAI RUNDING

DALAM RIAK AIR YANG MEDENDANGKAN  LANTUNAN KIDUNG SEJARAH

OMBAK LAUT MELALUI DEBURAN NYA

SELALU BERCERITA TENTANG RIWAYAT SEJARAH

DALAM HATI DAN DALAM JIWA YANG MENGANGGAP

SEJARAH SELALU HIDUP DAN ADA

ASA  DAN DOA MEMBENTANG SEPANJANG PANTAI SINGKIL UTARA

HINGGA MENGALIR DALAM ALIRAN SUNGAI RUNDING NAN SEJUK

BUMI SINGKIL DENGAN PENUH RINDU TERUS MEMELUK

JASAD HAMZAH AL FANSURI, YANG TELAH MENGGORESKAN UKIRAN

SEJARAH DI BUMI ISKANDAR MUDA.

SINGKIL, BAK HARUM MAWAR NAN MEREKAH INDAH

HARUMNYA ILMU PENGETAHUAN AGAMA

YANG DITEBARKAN OLEH SYEH HAMZAH AL FANSURI

DAN ABDURRAUF MASIH TERASA WANGI

DISETIAP HEMBUSAN ANGIN PEGUNUNGAN SINGKIL

MASIH TERASA HANGAT DI SETIAP PANCARAN

SINAR MENTARI

MASIH TERASA MERDU DALAM SETIAP

KICAUAN BURUNG PAGI.

HAMPARAN KENANGAN SEJARAH KAN TETAP SELALU ABADI

TAK PERNAH LAPUK DITELAN USIA DAN GILASAN RODA ZAMAN

TANDA MATA DARI HAMZAH AL FANSURI DAN SYEH ABDURRAUF

KAN TERUS MENGUNTUM DAN BERMEKARAN DI SETIAP JENGKAL BUMI PERTIWI.

Read more

"RaPUH"

April 13, 2010 | | 4 Comments

karya : ChuUd Dqmels

Dekade waktu yang trus berputar
mengitari perjalanan
mencari sebuncah cahaya
dibalik riuh nyanyian malam,
ketika cahaya itu menghilang
ketika sepenggal harapan sirna
aku terus melangkah menyusuri mata angin tanpa pacuan
hanya harap
lelah. . . .
dan aku berhenti sejenak,
diantara jiwa dan hati yang tersakiti
antara ada dan tiada dalam dunia tanpa suara
kembali diam. . .
hening. . .
dan aku membisu. . .
separuh jiwa yang berjalan tanpa bantuan senteran cahaya
berharap penuh pada sisa cahaya
dalam reruntuhan puing puing bulan. .
jiwa yang selalu merasa sepi dalam hiruk pikuk keramaian
jiwa yang hampa dalam kebisingan warna warna kasih sayang
lagi dan lagi. . .
kegalauan datang
aku gagal lagi
menembus batas keinginan
dan hanya bisa mengeluarkan beberapa tetes air dari kedua sudut mata
aku terduduk
tak mampu bangun
tak mampu mengejar cahaya
karna aku benar benar “rapuh”. . . . . . . . . . .

Peudeueng Nek Tu

April 13, 2010 | | 4 Comments

By: Lilla Banguna

“Apa yang kamu cari Samsul?” Tanya ayah kepadaku setelah melihatku mengacak dan mengobrak-abrik kamar tempat penyimpanan benda-benda peninggalan kakekku. aku sangat kaget sekali dan segera menghentikan pencarian setelah melihat ayah berdiri dimuka pintu kamar dengan tangan berkacak pinggang.

“ Itu yah, aku mencari….aduh..apa ya..?” Jawab ku agak gugup dan terbata-bata, ingin berbohong takut dosa. Gimana nih…? Aku tidak mungkin berterus terang kepada ayah karena ayah pasti akan marah kepadaku.

“ Mengapa bengong dan melamun, sudah sana pergi!” Ayah setengah menghardik mengusirku. Read more

By: Lilla Banguna

Perlawanan terhadap Belanda juga terjadi diwilayah Barat Daya yang dipimpin oleh Tengku Peukan Manggeng, Haji Yahya dan Sidi Rajab. Dalam suatu musyawarah yang diselenggarakan di Paya Dapu wilayah Kluet, ditetapkan Tengku Peukan Manggeng sebagai panglima perang dan penyerangan lebih dahulu dilakukan pada malam hari di tangsi (asrama) Blangpidie pada akhir tahun 1926. Tengku Peukan tergolong seorang ulama yang kharismatik dan berpengaruh di Manggeng dan sekitarnya, orang tua beliau juga merupakan seorang ulama yang berpengaruh di daerah itu. Tengku Peukan merupakan putera dari seorang ulama yang bernama Tengku Padang Ganting dan Siti Zalekha yang dilahirkan pada tahun 1886 di desa Alu Paku kecamatan Sawang Aceh Selatan. Sebagai seorang ulama dan tokoh masyarakat yang berpengaruh, Tengku Peukan semakin membahayakan posisi Belanda di Blangpidie. Dakwah Tengku Peukan selalu dimata-matai oleh kaki tangan Belanda. Tengku Peukan sering merekrut para pengikut melalui media dakwah. Dalam dakwahnya Tengku Peukan selalu memaparkan bahwa membela dan mempertahankan tanah air adalah ibadah, jika meninggal dalam peperangan sabil melawan kafir Belanda maka akan mendapatkan surga sebagai imbalannya. Tengku Peukan juga mengajak rakyat untuk menentang setiap penjajahan dan membenci setiap perampasan hak azasi manusia.

Read more

REMANG

Maret 21, 2010 | | 19 Comments

Ini belum pagi benar

Ketika cahaya masih malu-malu bangkit

Ini remang

Ya… ini remang

Malam, fajar dan embun masih malu berpeluk

Menahan rindu yang makin memualkan

Karena pagi kini tak sendiri

Ada kicau yang lebih berwarna

Masih sayup… masih remang

Inginku terlalu berat untuk dijawab

Mungkin kaca yang terlalu kupaksa

Hingga ia berkata “engkau pantas untuknya!”

Poem of Pedekate”

Kutatinggi, disuatu Shubuh yang hening

Iwan

Awal mula perkembangan kerajaan Lamuri dan letak Geografisnya.

Kerajaan Lamuri juga dikenal dengan banyak nama, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Indra Purba
  2. Poli
  3. Lamuri ( seperti yang disebutkan oleh Marcopolo)
  4. Ramini/Ramni atau Rami ( seperti yang disebutkan oleh pedagang atau ulama Arab yaitu Abu Zayd Hasan,Sulayman ataupun Ibnu Batuthah )
  5. Lan-li, Lan-wuli dan Nanpoli ( seperti yang disebut oleh orang Tionghoa.

Read more